Rasio Kelangsingan
PERHITUNGAN RASIO KELANGSINGAN
Prosedur untuk dinding yang dipilih sebagai contoh:
(Tinggi lantai – tinggi balok pengikat atas dinding) / tebal dinding = rasio kelangsingan
Faktor reduksi yang sesuai dengan nilai rasio kelangsingan yang dihitung dipilih dari Tabel 5.4.
Tegangan kuat tekan dinding yang direduksi adalah:
tegangan kuat tekan dinding yang direduksi = faktor reduksi kelangsingan * tegangan kuat tekan * faktor tingkat pengetahuan
yang diperoleh dengan mengalikan nilai-nilai tersebut.
Untuk tegangan kuat tekan digunakan Tabel 5.3 DBYBHY-2007.
Untuk faktor tingkat pengetahuan digunakan Tabel 7.1 DBYBHY-2007.
CONTOH 1:
Tinggi lantai : 300 cm
Tebal dinding : 20 cm
Tinggi balok pengikat atas dinding : 20 cm
Material dinding : E2 – bata berlubang vertikal (rasio lubang 35–45 %, dengan mortar kapur diperkuat semen) (fem=0.8)
Faktor tingkat pengetahuan : 0.90
Untuk perhitungan kelangsingan dinding ini:
(300-20)/20=14
Nilai yang sesuai dengan 14 dipilih dari Tabel 5.4.
Dalam hal ini faktor reduksi kelangsingan adalah 0,78.
Tegangan kuat tekan dinding yang direduksi:
Tegangan kuat tekan yang direduksi = faktor reduksi kelangsingan * tegangan kuat tekan * faktor tingkat pengetahuan
Tegangan kuat tekan yang direduksi = 0,78 * 0,8 * 0,9 = 0,5616
CONTOH 2:
Tinggi lantai : 300 cm
Tebal dinding : 40 cm
Tinggi balok pengikat atas dinding : 40 cm
Material dinding : E2 – bata berlubang vertikal (rasio lubang 35–45 %, dengan mortar kapur diperkuat semen) (fem=0.8)
Faktor tingkat pengetahuan : 0.90
Untuk dinding ini:
(300-40)/40=6.5
Seperti terlihat dalam Tabel 5.4, rasio kelangsingan berada di antara 6 dan 8 pada Tabel 5.4. Karena nilai 6,5 tidak tersedia langsung, metode interpolasi diterapkan.
Faktor reduksi kelangsingan dihitung sebagai berikut:
Faktor reduksi kelangsingan = (6,5-6)*(1-0,95)/(6-8) +1 = 0,99875
Nilai yang diperoleh digunakan dalam perhitungan tegangan kuat tekan dinding yang direduksi.
Tegangan kuat tekan yang direduksi = 0,99875*0,8*0,9 = 0,7191