Gording Otomatis di Antara Kuda-Kuda
Artikel ini menjelaskan cara memasang gording kayu di antara batang tepi atas kuda-kuda terpilih dengan wizard gording di StatiCAD. Untuk pembuatan kuda-kuda, lihat artikel Wizard Kuda-Kuda Atap.
1. Tentang artikel ini
Wizard menemukan profil batang tepi atas kuda-kuda terpilih, menghitung posisi gording pada kuda-kuda acuan, dan membuat satu balok kayu (gording) terpisah pada setiap bentang antar kuda-kuda.
Penjelasan disusun berdasarkan contoh pada artikel Wizard Kuda-Kuda Atap: lima kuda-kuda Howe dengan jarak 2 m pada bangunan 10 × 8 m (bentang 8 m, kemiringan 30%, tritisan 40 cm).
Edisi: Wizard gording dapat digunakan pada semua edisi StatiCAD. Tangkapan layar diambil dengan StatiCAD Ultimate V.10.0.1.0.
2. Bagaimana Cara Kerjanya?
2.1. Pengenalan Kuda-Kuda
Wizard mengenali kuda-kuda bukan berdasarkan nama atau grup, melainkan berdasarkan geometri. Balok yang berada pada bidang vertikal yang sama (garis denah sama) dan saling terhubung dianggap satu kelompok. Kelompok yang memuat sedikitnya satu elemen miring masuk ke daftar sebagai kuda-kuda (atau balok miring, kasau). Karena itu wizard bekerja baik pada kuda-kuda yang dibuat dengan wizard kuda-kuda maupun pada kuda-kuda yang digambar dengan metode lama (digambar pada denah lalu diputar terhadap sumbu X).
Profil batang tepi atas adalah selubung atas (envelope) elemen-elemen pada bidang tersebut. Selubung disederhanakan dengan toleransi 2 cm; penyimpangan gambar seperti penyokong yang menonjol satu-dua cm di atas batang tepi tidak merusak profil. Elemen yang sejajar tetapi tidak terhubung ke kuda-kuda (mis. kasau atap sandar yang mulai 10 cm di bawah kuda-kuda) dianggap kelompok tersendiri.
2.2. Posisi
Posisi gording dihitung sepanjang batang tepi atas kuda-kuda pertama (acuan) yang tercentang pada daftar. Pada kuda-kuda lainnya digunakan titik yang sesuai dengan rasio yang sama pada segmen kemiringan yang sama. Pada kuda-kuda yang identik, gording horizontal dan tegak lurus terhadap kuda-kuda; pada kuda-kuda yang berbeda, ujung gording berada pada batang tepi atas masing-masing kuda-kuda.
2.3. Model Analisis
Di StatiCAD, gording bukan sekadar elemen penyalur beban: gording adalah balok kayu yang ikut dalam model analisis dan didesain. Setiap bentang antar kuda-kuda adalah balok tersendiri. Ujungnya berada pada garis batang tepi atas kuda-kuda dan bertemu dengan batang tepi pada simpul yang sama dalam model elemen hingga.
3. Membuka Wizard
Wizard dibuka melalui Gambar › Gording (antar kuda-kuda)..., Makro › Wizard gording..., atau tombol Gording pada toolbar kiri. Bila pada lantai aktif tidak terdapat paling sedikit dua kuda-kuda yang sejajar, program memberikan peringatan.



4. Memilih Kuda-Kuda
Kuda-kuda yang akan diberi gording dapat dipilih sebelum wizard dibuka. Batang tepi atas kuda-kuda sulit dipilih pada denah, karena batang tepi atas, batang tepi bawah, dan batang pengisi saling bertumpukan pada denah. Sebagai gantinya, gunakan jendela 3D:
- Tekan tombol mode seleksi pada toolbar 3D (berbingkai merah pada Gambar 4).
- Klik satu elemen dari setiap kuda-kuda yang akan diberi gording (mis. batang tepi atasnya); elemen yang dipilih tampak berwarna kuning. Tampilan tetap sama di antara klik.
- Buka wizard gording. Kuda-kuda yang memuat elemen terpilih tampil dalam keadaan tercentang pada daftar.
Gambar 4 – Mode seleksi pada jendela 3D: batang tepi atas lima kuda-kuda dipilih (kuning)
Daftar Kuda-Kuda di sisi kiri jendela wizard memuat semua kuda-kuda dan balok miring pada lantai tersebut. Setiap baris menuliskan posisi kuda-kuda (x atau y), panjang (L, termasuk tritisan), elevasi puncak, dan jenisnya (kuda-kuda: dua kemiringan; balok miring: satu kemiringan). Tanda centang dapat diubah secara manual. Tombol Ambil dari seleksi mencentang kuda-kuda yang memuat elemen yang saat itu terpilih pada denah atau di 3D. Tersedia pula tombol Semua dan Tidak ada.
Bila tidak ada seleksi: Jika tidak ada elemen terpilih saat wizard dibuka, kelompok terbesar dari keluarga profil yang sama tampil tercentang (kuda-kuda yang rentang s-nya saling tumpang tindih dan jumlah segmen kemiringannya sama; keluarga dengan panjang total terbesar). Misalnya, pada sebuah proyek pengguna, 12 kuda-kuda utama tampil tercentang sementara 18 kasau atap sandar pada arah yang sama tetap tidak tercentang.
5. Tab Penempatan
Gambar 5 – Penempatan: jarak maksimum 100 cm → 5 interval per kemiringan (92 cm), 11 baris gording
Di bagian atas pratinjau tengah digambar tampak kuda-kuda acuan: profil batang tepi atas berwarna merah, elemen lain abu-abu, penampang gording oranye; jarak antar gording (sepanjang kemiringan, cm) dituliskan. Di bagian bawah digambar denah: kuda-kuda yang tercentang berwarna merah, yang lain abu-abu, gording oranye, perpanjangan oranye tua. Pada baris paling bawah dituliskan jumlah kuda-kuda, baris gording, dan balok gording, serta panjang total dan volume.
5.1. Tipe Penempatan
| Opsi | Keterangan |
|---|---|
| Jarak maksimum (sepanjang kemiringan) | Setiap segmen kemiringan dibagi sama rata sehingga jaraknya tidak melebihi nilai yang diberikan (pada contoh 459 cm → 5 × 92 cm). |
| Jumlah per kemiringan | Pada setiap segmen kemiringan, gording sebanyak jumlah yang diberikan ditempatkan dengan jarak sama (termasuk kedua ujung). |
| Pada simpul batang tepi atas kuda-kuda | Gording ditempatkan pada titik tempat batang pengisi terhubung ke batang tepi atas (dengan toleransi 5 cm). Lentur lokal tidak terjadi pada batang tepi; ini adalah penempatan yang secara struktural paling sesuai untuk rangka batang. |
Gambar 6 – Penempatan pada simpul: gording berada pada titik panel kuda-kuda Howe (104 cm); satu gording pada ujung tritisan dan satu di atas tumpuan
5.2. Gording Ujung
Bila Gording tritisan (ujung kuda-kuda) dicentang, gording ditempatkan pada ujung batang tepi atas. Bila Jarak gording tritisan dari ujung diisi, gording ini digeser ke dalam sejauh nilai tersebut dari ujung sepanjang kemiringan. Bila Gording bubungan (puncak) dicentang, satu gording ditempatkan pada puncak tempat kedua kemiringan bertemu.
6. Tab Penampang
Gambar 7 – Penampang: C24, 10 × 12 cm, bersendi, pada sumbu batang tepi
| Bidang | Keterangan |
|---|---|
| Material kayu | Kelas kayu dalam proyek dan pustaka; bila belum ada dalam proyek, ditambahkan dari pustaka. |
| Lebar b, Tinggi h | Penampang gording persegi panjang (cm). |
| Sambungan | Bersendi: setiap bentang adalah balok sederhana (M2 dan M3 bebas pada kedua ujung). Menerus: gording melewati kuda-kuda secara menerus. |
| Posisi | Pada sumbu batang tepi (simpul): sumbu gording berada pada garis simpul batang tepi atas dan berbagi simpul yang sama dengan batang tepi dalam model elemen hingga. Bertumpu di atas batang tepi: gording diletakkan pada muka atas batang tepi (eksentris); ikatannya dibuat oleh modul kontak balok, karena itu opsi “hubungkan otomatis balok yang berpotongan/bersentuhan” pada Pemeriksaan Geometri harus aktif. |
Pada pemeriksaan lendutan, gording ditandai dengan tipe elemen gording.
7. Tab Perpanjangan
Gambar 8 – Perpanjangan: 30 cm ke luar dari kuda-kuda pertama dan terakhir (tritisan samping atap pelana); 66 balok gording
Perpanjangan dari kuda-kuda pertama/terakhir memperpanjang gording ke luar kuda-kuda pertama dan terakhir sebagai kantilever (tritisan samping atap pelana). Bagian kantilever dihubungkan kaku ke kuda-kuda; meskipun dipilih bersendi, mekanisme tidak terbentuk karena ujung kantilever bebas.
Gording dari setiap operasi dikumpulkan dalam grup seleksi tersendiri (awalan grup seleksi + nomor urut: ASIK-01, ASIK-02 ...). Dengan memilih grup, semua gording operasi tersebut dapat dipilih, dihapus, atau disalin bersama-sama.
8. Pembuatan dan Hasil
Dengan Buat gording, gording ditambahkan ke lantai aktif dan sebuah pesan ringkasan ditampilkan. Operasi dapat dibatalkan dalam satu langkah dengan Undo. Wizard mengingat pengaturan yang terakhir digunakan selama sesi.
Gambar 9 – Hasil: 11 baris gording, 66 balok gording di antara 5 kuda-kuda (ASIK-01), total 94,60 m, volume 1,135 m³
Gambar 10 – Gording yang dibuat pada denah (balok biru tegak lurus terhadap kuda-kuda) dan pada tampilan 3D
9. Analisis
Pada analisis, gording diselesaikan dan didesain sebagai balok kayu biasa. Ujungnya berada pada simpul yang sama dengan batang tepi atas kuda-kuda; ujung gording yang jatuh pada titik dalam batang tepi membagi batang tepi pada titik tersebut. Pada analisis model contoh tidak ada elemen yang melayang.
Gambar 11 – Analisis model dengan gording (peringatan dalam daftar terkait berat satuan volume material dinding contoh)
Beban: Wizard tidak dapat memberikan beban pada gording. Beban penutup atap dan salju diberikan dengan alat beban atap/pelat program atau dengan beban tambahan balok. Berat sendiri gording dihitung dari material.
10. Batasan dan Tips
- Gording hanya dibuat dengan penampang persegi panjang kayu. Sumbu penampang vertikal; gording tidak diputar mengikuti kemiringan atap (lentur miring tidak diperhitungkan).
- Hanya kuda-kuda yang saling sejajar (pada arah yang sama) yang digunakan bersama; pada atap perisai setiap arah diproses terpisah.
- Kuda-kuda dicari pada lantai aktif; gording menjadi elemen lantai yang sama.
- Pengaturan gording tidak disimpan ke file; gording disimpan sebagai balok biasa. Untuk mengubah penempatan, hapus grup ASIK-nn lalu jalankan kembali wizard atau gunakan Undo.
- Bila sambungan batang pengisi pada batang tepi atas kuda-kuda menyimpang lebih dari 5 cm dari garis batang tepi, penempatan “pada simpul” melewati titik-titik tersebut.
- Pada pasangan kuda-kuda yang sangat berdekatan (mis. dua kuda-kuda berjarak 10 cm yang mengapit kolom dari kedua sisi), bentang pendek di antaranya juga dibuat sebagai potongan gording tersendiri.
Model dan penampang pada contoh hanya untuk keperluan contoh; kebenaran jarak gording, penampang, dan sambungan merupakan tanggung jawab insinyur penanggung jawab proyek.